Membangun Serangan Pada Formasi 3 Bek

Seorang pivot harus punyabody balanceyang tinggi untuk bisa menghadapi sistem pertahanan bernard lawan. Penjaga gawang adalah orang teakhir yang nyata digaris pertahanan tim. Dengan karena itu seorang penjaga gawang harus tetap kern dalam situasi apa pun. Seleksian taktikal ini menyisakan 3 bek tengah untuk melawan tiga orang pemain dalam sedang menyerang. Dengan melimpah tim yang bertipikal memainkan pemain sayapnya untuk terus-menerus berkeliaran, pada kesempatan terpilih hal ini dapat menarik bek tengah jauh ke luar zonanya.

formasi ini sebenarnya sama oleh formasi, tetapi dalam formasi ini lebih sering pada kenal dengan formasi yg bertahan. penempatannyapun sama, some Bek, 5 gelandang serta 1 striker sebagai concentrate on Man. Jika tidak menginginkan perubahan posisi pemain selakuala, menurut, drastis untuk bisa mendapat empat pemain di sedang, skema empat bek harus mengorbankan dengan tidak menggunakan winger atau striker buat bisa mendapatkan situasi yg sama.

Taktik terkait lebih menekankan bagaimana pemain harus secepat mungkin merebut bola dari lawan melalui cara agresif seperti menekan lawan hingga lima player di area pertahanan lawan. Formasi Bertahan yang sering di gunakan pelatih ketika ingin bermain bertahan lalu mengandalkan serangan balik.

Tentu saja ini keuntungan yang sangat tidak kecil bagi, karena untuk mendapatkan situasi yang sama sistem ini tidak harus kehilangan peran striker ataupun dua wingback. Jika fitur paling kuat dari serangan musuh terletak di pivotnya (seringkali gelandang bertahan) baik itu single ataupun double turns, kita bisa mengunci 2 gelandang serang kita agar terus dekat dengan mereka. Jika ternyata area flank yang menjadi kekuatan primer lawan, kita juga bisa menggeser gelandang serang kamu untuk memperkuat area ini guna membantu wingback.

Bentuk fleksibilitas tersebut akan amat kelihatan jika tim sedang dalam fase bertahan. Memakai hanya satu striker pada skema tiga bek sendiri bukan merupakan sesuatu yang baru. Varian lain seperti 5-4-1, 3-4-3, atau pun sebenarnya memakai satu striker saja. Di sinilah ragam milik Paulo Sousa di Fiorentina menjadi solusi sempurna untuk masalah ini. Sederhananya, formasi ini menyeimbangkan kompetisi di area lain saat bertemu dengan skema empat bek, dengan hanya memakai satu daripada dua striker seperti di 3-5-2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *